←18+
← Bos Ku Yang Cantik Ku Jadikan Pemuas Nafsu

Episode 03 — Bos Ku Yang Cantik Ku Jadikan Pemuas Nafsu

EPISODE 03
Episode 3 – Bonus Yah... aku seperti mimpi yang menjadi kenyataan. kupandangi wajahnya, tidak ada reaksi sama sekali. "Dino... ini pertama kalinya dalam hidupku berdua dengan lelaki yang bukan aku cintai, dan aku harus menyerahkan kehormatanku pada karyawanku sendiri. Tapi ingat... jangan pernah anggap aku wanita murahan." Kata ci Jeny membalikkan badan, menatap tajam ke arahku. Kami sempat beradu pandang sesaat. Dalam hatiku sudah bulat tekadku — wanita ini akan kujadikan budak sex ku, bahkan akan kubuat lebih binal dari itu. Aku peluk ci Jeny, mengecup bibirnya yang merekah, walau masih tanpa balasan. Tanganku langsung meremas buah dadanya yang masih terbungkus kaos, lalu ciumanku berpindah turun ke lehernya yang putih jenjang. Ketika lidahku menjilati lekuk telinganya... baru kutemukan reaksi ci Jeny. "Ohhh... ssstt... Din... geli..." Rintihnya pendek, tertahan. Aku makin bersemangat membuatnya bertekuk lutut. Sengaja aku tak memintanya melepas pakaian. Tanganku menyelinap masuk ke dalam kaosnya, mencari buah dada yang selama ini sering kucuri pandang. Pengait bh-nya lebih dulu kulepas. Aku elus pelan dari pangkal sampai puncak, kuputar, sedikit kuremas. Nampak ci Jeny mulai menggigit bibir bawahnya. Terus kuberikan rangsangan, dan ketika jariku memilin serta menekan punting susunya perlahan... "Ohhsss... hmm... Din..." Desahannya keluar, kedua kakinya terlipat menekuk, kedua tangannya kini memelukku erat. Sekarang tampak jelas ci Jeny sudah terangsang. Tangan kiriku turun, menyusuri perutnya yang datar dan halus, sampai menemukan bukit vaginanya yang tampaknya lebat ditumbuhi bulu jembut. Jari-jariku bermain-main di hutan rimbun itu, kadang kutarik-tarik helainya iseng. Saat kuteruskan turun, masuk ke celah vaginanya... Yes! Sudah basah. Aku langsung memasukkan jariku ke dalamnya, sementara bibirku turun menciumi buah dadanya yang montok dan putih. "Din... Dino... hhmmp... ssstt... ohhsss... kamu iniii... ah sss..." Desahannya panjang, napasnya mulai tak beraturan. "Kenapa Ci? Ga enak ya?" Tanyaku sambil menghentikan jari di lubang vaginanya. "Akhhs... jangan berhenti begitu..." Katanya sambil mengangkat pinggulnya, minta lebih. "Mau lebih dari ini ga?" Tanyaku goda. "Hemm... terserah kamu saja..." Jawabnya, sepertinya masih malu. "Buka pakaian enci sekarang... dan bantu lepas pakaian saya juga." Ucapku sambil kembali mengocok jarinya lebih dalam dan menyedot punting susunya. "Aoww... Dinnnn... kamu bikin aku jadi seperti ini..." Katanya bangkit dari posisinya. Dengan gesit dia melepas semua pakaiannya sampai hanya tersisa celana dalam. Setelah itu ci Jeny melepas pakaianku, juga menyisakan celana dalam. Aku terpaku. Tubuhnya kini berdiri di hadapanku — cantik, putih, mulus, dengan body montok yang tak kusangka bisa kunikmati malam ini. "Hai... malah diem saja. Apa aku cuma bahan tontonan? Bukannya ini jadi hayalanmu selama ini?" Katanya, membuyarkan lamunanku. "Pastinya Ci... tapi kok celana dalamnya ga dilepas sekalian?" Tanyaku nakal. "Kamu saja yang melepaskannya..." Jawabnya sambil duduk di sofa bed. Aku melepas celana dalamku, dan kontolku yang sudah berdiri keras mengangguk-angguk di depan wajahnya. Kulihat dia sempat kaget melihat punyaku — untuk ukuran biasa saja sih, panjang 18 cm diameter 4 cm. Saat kudekatkan ke wajahnya, ada rasa ragu-ragu di matanya. "Memang selama ini belum pernah, Ci... melakukan oral?" Tanyaku. Dia menggeleng pelan. "Sekarang dicoba... nanti gantian saya bikin punya enci enak dan nikmat." Ucapku sambil menarik tangannya menggenggam batangku. Kubuat ci Jeny serileks mungkin. Kontolku sudah di depan mulutnya yang masih ragu membuka lebar. Aku pegang tangan kirinya, mengarahkannya memegang bokongku, sehingga buah dadanya tampak menggelantung bebas. Kuremas ke atas, kupelintir pelan puntung susunya... Ketika dia mendesah, kutekan batang kontolku ke mulutnya. Akhirnya terbuka juga, menerima kepala kontolku masuk untuk pertama kalinya ke dalam mulutnya. "Jangan digigit cii... sedot saja..." Kataku. Ci Jeny sepertinya cepat belajar melakukan oral. Kali ini akan kuberikan dia pelajaran lagi — aku sudah mau keluar. Maka aku maju-mundurkan batang kontolku ke dalam mulut yang selama ini sering memarahiku. "Ups... srup... srup..." Bunyi mulutnya terdengar merdu. Dan ketika aku mau keluar... "Ci... sedot lagi yang kencang..." Kataku sambil memercikkan spermasku ke dalam mulutnya. "Crott... crot... crett..." Ci Jeny kaget merasakan kontolku memuntahkan sperma, sampai dia mencoba melepaskan tanganku yang menekan kepalanya. "Aduhhh..." Teriakku ketika kontolku terkena giginya yang putih. "Huk... huk..." Dia terbatuk-batuk dan berlari masuk ke kamar mandi. Aku tertawa dalam hati melihat sperma yang belepotan sampai ke dagunya. Aku segera menyusul ke kamar mandi. "Ci... ngapain sih sampai gosok gigi?" Kataku. "Kamu jahat Din... aku mau muntah... cium baunya, rasanya... huek..." Katanya sambil meludah. Aku tarik dagunya, kucium lembut bibirnya, tubuhnya kudekap. "Enci duduk di sini..." Kataku sambil mengangkat tubuhnya ke pinggir wastafel. "Pernah dijilatin ga sebelumnya?" Tanyaku. "Belum... aku juga geli... emangnya ga jijik jilatin itu?" Jawabnya polos. Kusibak bibir kemaluannya. Ci Jeny sempat kaget dan memundurkan pantatnya. "Hemm... punya enci bagus begini... merah, wangi... disia-siakan sayang..." Kataku. "Enci rileks aja..." "Ahsasss... hmm... Din kamu ini..." Keluhnya, kepalaku ditekan, rambutku disambaknya. Aku terus menjilati lubang kemaluan ci Jeny. Sekarang aku mau membuatnya makin terbang melayang ke dalam kenikmatan. "Owww... Dino... oo... ahksss..." Jeritan kecil keluar ketika clit-nya kusedot. "Din... ohhsss... akhsss... aku ga tahan Din... akhsss..." Belum juga lima menit, ci Jeny sudah menjerit disertai klimaks pertamanya. Aku bersihkan air kenikmatannya yang sedikit asin dengan lidahku sampai tuntas. "Din... kamu ga geli? Kamu telan ituanku..." Katanya sambil tersenyum malu. "Kan adil... tadi enci telan punya saya dengan nikmat dan sukarela," Jawabku sambil tertawa. "Sembarangan ya kamu... itu kan kamu... jahat! Mau keluar ga bilang!" Bersambung...
BERSAMBUNG…
Episode baru tayang tiap hari pukul 07:30 — bookmark halaman ini biar gak ketinggalan.
← Ep. 02
📢 Join channel Telegram @cerbung69 — notifikasi update episode tiap hari
Konten 18+. Cerita fiksi — semua tokoh dewasa. Dilarang menyalin atau menyebarkan ulang.
Tema
Ukuran huruf
18px
Jenis huruf
Jarak baris
1.9
↺ Kembalikan pengaturan awal