←18+
← Life Changing Experience

Episode 22 — Life Changing Experience

EPISODE 22
Tidak terasa perkuliahan sudah masuk tahap akhir, aku dan Sandra memiliki dosen pembimbing yang sama setelah Sandra berkomitmen untuk rajin dan disiplin mengerjakan skripsi, selain itu tinggal beberapa waktu lagi aku sudah lulus menjadi seorang sarjana. Nilaiku, aku sangat bersyukur masih pada posisi nilai kumlaude. Hubunganku dengan Tante Dina masih berjalan seperti biasa, aku masih diijinkan menggunakan mobilnya, dia semakin sibuk mempersiapkan pernikahannya dengan dr. Erwin. Seiring bertambah usia namun Tante Dina masih tampak cantik dan menggairahkan. Se pemahamanku setelah menikah, dr. Erwin dan Tante Dina akan pindah ke daerah untuk membuka klinik kesehatan. Cukup berat mungkin bagaiku untuk berpisah dengan Tante Dina setelah banyak hal yang kita lalui, tapi hidup ya harus move on. Sandra menjadi wanita yang berubah, bukan lagi anak yang malas dan arogan, dia menjadi cewek yang aktif di dalam kelas namun juga baik di luar kelas. Orang tuanya sudah tidak lagi sering marah kepadanya karena anjloknya nilai kuliah. Hubunganku dengan Sandra naik turun, mungkin bisa diklasifikasikan sebagai sahabat, sudah tidak ada hubungan badan, namun sisi positifnya aku bisa mengenal dia lebih baik, jalan dan nonton tanpa memandangi nafsu. Sama halnya dengan Helga, setelah yang kita lakukan di Lombok, tidak ada lagi persetubuhan lebih lanjut, namun dari instagram yang aku follow, dia masih seperti dulu yang suka pesta dan dugem. Aku bagaikan raja yang kehilangan taringnya sekarang. Dulu taringku sangat tajam, bahkan badak terbesar saja luluh di bawah taringku, sekarang sudah bagaikan harimau ompong yang menggunakan tangan untuk memuaskan nafsunya. *** POV Amanda Aku duduk di kamar kostku memandangi layar laptop yang sedang menayangkan film drama favoritku di atas kasur sembari bermain dengan smartphoneku. Ada beberapa chat masuk ke smartphoneku, memang beberapa cowok berusaha mendekati aku namun belum ada yang cocok. Bukannya aku sombong, namun cowok yang mendekati itu, aku tahu bahwa cowok-cowok itu penjahat kelamin. Lagi lagi, bukannya sok suci, tapi emang aku belum pernah melakukan yang aneh-aneh seperti sahabat-sahabatku. Hal yang pernah aku lakukan dengan mantanku hanya ciuman dan peluk-pelukan. Pegang kontol yang asli aja belum pernah, apalagi merasakan. Paling hanya lihat di bokep. Namun bukan berarti aku belum pernah memuaskan diri, aku juga sering bermasturbasi dan aku juga memiliki vibrator. *** Di dalam mobil dengan Helga, Sandra, Andita dan Callisa. "Jomblo nihh sepi gue," suara Andita di dalam mobil. "Jomblo, tapi kalau butuh ada yang muasin mah bukan jomblo namanya, ini lho Manda kering haha," jawab Callisa. "Njiir aku lagi hmmm," jawabku ketus. "Ada nih beberapa yang akhir-akhir ini sering ngchat." "Eh siapa? Cerita dong!" ujar Sandra yang duduk di depan. "Hmm Edu, Vidi dan ada beberapa lagi, lupa," jawabku datar. "Lah itu mah anak gak bener semua Nda, jangan lah, kasian kamu ntar, di colok doang ditinggal abis itu," jawab Helga. "Iya aku emang gak tertarik kok," sahutku. "Iyalah, kalo bisa cari yang bener, palagi elu kan gak niat buat ngamar, yang ada elu sedih," ujar Andita memberi masukan. "Lama-lama aku jg pengen nih hihi," ujarku malu-malu. "Anjir serius lu?? Udah capek ntu memek dapet titit mainan terus??" Tanya Callisa memastikan. Dan aku mengangguk pelan dan malu-malu. "Haha iya nih, ntar kalau nikah sama cowok, dan doi udah pernah tidur sama cewek sebelumnya dan dapet aku yang perawan, doi menang banyak dong hmmm," jawabku menjelaskan. "Ya kalo gitu kentot dengan cowok yang bikin elu feel happy dan menikmati pengalaman pertama dan tentunya yang gak bikin nyesel, saranku sih jangan dengan pacar," jelas Andita. "Ahaha pengalaman ya beb," jawab Callisa mengejek. "Iye setuju banget, tapi siapaaa? Elu udah siap emang Nda?" Tanya Sandra meyakinkan. "Makanya aku bingung ini beneran yakin ato gak dan haha dengan siapa," jawabku santai. "RENDY?" tawar Sandra. "Eh bener tuh doi keliatan oke lho Nda, walo gue belum pernah, haha Helga sama Sandra tuh yang ketagihan makai," terang Callisa. "Yang jelas sih ntar kalau check in jangan hanya semalem, minimal 2 malem lah, biar ntar pas check out udah puas banget dan sama-sama enak," terang Helga. "Hmm gitu ya, okay ntar deh aku pertimbangkan hihi," jawabku. *** Setelah pembicaraan dalam mobil itu aku jadi mempertimbangkan Rendy untuk menjadi pengalaman pertamaku dalam urusan seks. "Hmm boleh juga doi," pikirku saat aku kepo instagram Rendy, ku perhatikan ada beberapa foto saat liburan dengan Helga dan saat jalan dengan Sandra juga. Tanpa kusadari aku basah membayangkan apa yang akan aku lakukan jika aku jadi ngamar dengan dia, tanganku sudah masuk ke dalam celanaku. "Enggak enggak, jangan, aku jangan masturbasi, aku pengen ngentot," pikirku jorok. Malam itu aku beranikan memutuskan untuk ngentot, lantas aku ngchat Sandra via WA untuk menanyakan Rendy. [8.43PM] Amanda Elitasari: Sandraaa, nanya dong hehe emangnya Rendy mau ya? [8.43PM] Andita Juliana: ecieeeeee, udah mau nih nampaknya. "Eh bego, kan salah grup chat hmmm," sesalku. Aku melakukan kesalahan yang seharusnya chat untuk Sandra pribadi tapi malah kukirim ke grup chat. [8.44PM] Helga Hapsari: Pasti maulah gilaaaaaaaa [8.44PM] Sandra Santika: Haha njir bego, aku tanyain Rendy ya, oke ini fix ya. [8.44PM] Amanda Elitasari: FIX! [8.45PM] Callisa Paramitha: Asik enak enak nih! [8.45PM] Sandra Santika: Eh mau dimana, nanti kalau ditanyain Rendy? [8.46PM] Amanda Elitasari: Aku gak mau di hotel beb, malu hehe. [8.47PM] Andita Juliana: Pakai apartmentku aja kalau gitu, mau berapa malam? [8.47PM] Helga Hapsari: Minimal 2 malam! [8.48PM] Andita Juliana: Oke haha asik asik! Setelah chat itu, rasanya aku panas dingin, antara seneng dan takut, maklum cewek belum pernah dicolok. [9.23PM] Sandra Santika: Beb, Rendy OKE! Haha have fun ya beb. Kapannya dia ngikut kamu aja. [9.23PM] Andita Juliana: Haha yeee, besok ketemu dikampus, kunci kamarku dibawa ya beb, abis ngampus besok aku mau pulkam, so have fun! [9.27PM] Amanda Elitasari: Oke beb hehehehehe thanks yaa :* *** POV Rendy Di kampus, siang hari. Seperti apa yang dilakukan Sandra padaku sebelumnya, yaitu melemparku pada temennya untuk di kentot, namun namanya sudah sangat jarang kentot jadi tawaran itu aku ambil aja, tapi ya agak jual mahal dulu, gengsi dong kalau langsung mengiyakan. Tak paham kenapa Amanda memilih untuk melepas keperawanannya yang bagi sebagian orang menjaganya dengan sungguh-sungguh, bahkan ini malah diberikan cuma-cuma ke orang yang mungkin tidak dia begitu kenal. Aku jadi teringat kata temanku di kantin yang pada berusaha untuk taruhan mengambil perawan Amanda salah satunya. Jika aku kemarin memutuskan untuk ikut, bisa saja aku menang banyak nih. Aku menunggu Amanda di taman dekat fakultas pertanian sesuai dengan yang dijanjikan. Sesuai dengan nama fakultasnya banyak tanaman holtikultura yang mungkin sebagai bahan praktek mahasiswanya. Beberapa malam sebelumnya aku di WA oleh Sandra untuk kencan dengan Amanda. Awalnya aku tak percaya, namun aku diyakinkan oleh Sandra bahwa ini adalah permintaan Amanda sendiri, sebagai seorang pria jelas aku mengiyakan ajakkannya dan aku sendiri juga belum pernah merasakan menjebol keperawanan. Aku excited. Aku lihat dari kejauhan Amanda memarkirkan mobilnya yang berwarna putih berbentuk sedan itu. Dia turun dan berjalan ke arahku. Dia mengenakan jeans berwarna biru gelap yang membentuk pantat dan baju tipis dirangkapi oleh pakaian tipe cardigan. Amanda memiliki badan yang tidak terlalu tinggi, hanya 160cm, dengan rambut bergelombang sedang, memiliki wajah cantik oriental namun etnis jawa, menurutku payudaranya berukuran 32A atau malah 30A. Namun nilai plusnya adalah wajahnya yang cantik, lembut, kalem dan masih perawan. Itu yang membuat cowok tergila-gila ingin mengejarnya, selain cintanya yang dikejar namun juga vaginanya. "Haaaiii, Mandaa.." dia memperkenalkan diri. "Kan udah kenal haha," jawabku bercanda. "Haha kan gak pernah ngbrol," jawab Manda malu-malu. Aku pun berbasa-basi sembari mencairkan suasana. "Ini kamu yakin Manda?" tanyaku meyakinkan dia. "Iyaaaaa, ngbrol di tempat Andita aja, aku dipinjemi apartmentnya, tapi nanti mampir kostku ya ninggal mobilku dulu, nanti semobil aja," jawabnya yakin. "Yauda yuuk," sahutku tidak sabaran. Selama di perjalanan setelah dia pindah ke mobilku, dia hanya diam saja, mungkin pikiran dia sedang berkecampuk apakah dia akan yakin melepasnya denganku. Suasana menjadi sangat awkward. Aku juga bingung harus ngomong apaan. "Wih lagunya bagus nih," ujarku berusaha melepas keheningan dengan mengkritisi lagu di radio. "Heehe iya," balasnya sangat singkat. Kurang lebih selama perjalanan itu seperti itu. Awkward. *** Kamar apartment Andita. Setibanya di apartemen Andita, kami langsung berjalan menuju kamar yang dimaksud. Dia berjalan di depanku, selama berjalan aku hanya memperhatikan pantatnya yang kecil dan bulat itu. Amanda duduk di dekat jendela, kamar ini terletak di lantai 18, membuat viewnya cukup menajubkan. Amanda hanya terdiam mungkin dia grogi atau mempertimbangkan kembali apa yang akan kita lakukan. Aku mendekat padanya dan berbasa-basi. "Kapan terakhir pacaran Manda?" tanyaku setelah suasana cukup cair untuk membahas yang lebih intim. "Ahah udah lama banget, awal semester mungkin," jawabnya mempesona. "Hmm yang paling parah pernah kamu lakuin?" tanyaku penasaran. "Ciuman," jawabnya singkat. "Serius hanya itu? Kalau pas sendirian? Masturbasi mungkin?" tanyaku penasaran. "Iya haha itu paling parah dengan mantan lho ya, tapi kalau sendiri ya pernah masturbasi hihi," jawabnya malu-malu. "Sama sekali belum pernah ngapa-ngapain dengan cowok dong," candaku. "Iya nih om, Manda diajarin dong biar keren hahaha," jawabnya bercanda manja. "Kamu yakin dengan ini? Alasanmu apaan?" tanyaku meyakinkan. "Hmm apa ya, ya pengen aja, selain itu aku gak mau jika ntar nikah dapet cowok yang udah gak perjaka, menang banyak dong dia," balasnya jelas, "selain itu aku pengen having fun," lanjutnya. "Hmmm baiklah," balasku singkat. Aku mendekatkan diri kepada Amanda yang sedang duduk di atas kasur sebelah panggir. Pada saat itu juga aku bingung harus memulainya bagaimana, karena doi belum pernah melakukan, yang ada Amanda pasti nerveus. "Kamu cantik banget sih," bilangku, memang dia sungguh cantik dan anggun selain itu dia juga pendiam, membuatku penasaran, jantungku berdegub kencang. Dia hanya terdiam namun kuperhatikan pipinya merah merona dengan malu-malu. Bisa-bisa aku jatuh cinta padanya, membuatnya tak perawan dan jika diminta tanggungjawab pun aku mau. Ku duduk di selahnya dan merangkulnya sembari memijatnya dikit-dikit di sebelah pundaknya. Curi-curi aku mencium pundaknya dan naik ke lehernya, namun Manda semacam risih geli dari bahasa tubuhnya. Aku sudah gak tahan ingin segera mengeluarkan kontolku yang sudah ngaceng dengan salah posisi di dalam celanaku. Di sisi yang sama pikiranku juga perang, jika nanti aku perawani dan dia menangis dan membenciku bagaimana, ya kalau cuma itu, kalau dia depresi dan bunuh diri bagaimana. Aku pada posisi serba salah. Namun kontolku pada posisi ingin masuk ke dalam sangkarnya. Perlukah aku lebih frontal padanya. Apa aku perlu memperkosanya? Apa aku perlu kasih obat perangsang pada minumannya agar segera dimulai? Tersebut dalam pikiranku untuk bermain kasar padanya agar segera dimulainya persetubuhan ini, selain itu agar dia tidak berubah pikiran. Namun, lagi-lagi, aku tak bisa melakukan itu, apalagi ini menyangkut harga diri dan keperawanan seseorang. Dalam hati juga sungguh kasihan wanita secantik Amanda menyerahkan keperawanannya karena merasa tidak fair jika kelak dia menikahi seseorang cowok yang sudah tidak perjaka. Aku rela berhenti dengan pikiran nafsuku dan menjaga dia, melindungi dia dan membuatnya lebih berharga. Sungguh wanita yang anggun dan cantik Amanda. Di dalam kamar ini dia masih menunjukkan rasa grogi dan takut yang akan mengubah hidupnya. Aku tak bisa memaksanya. "Manda, jika kamu masih belum yakin, gapapa kok, anggep aja ini buat perkenalan kita, kan katamu kita blm pernah berkenalan," ujarku mencairkan suasana. "Hmm enggak kok," balas dia singkat namun cukup jelas menunjukkan raut kegrogiannya. Lantas aku berjalan lebih mendekat padanya, dia menatap mataku seolah-olah aku om-om yang akan memerkam daun mudanya. Aku memberanikan diri untuk duduk di belakangnya, aku memegang tangannya dan dia diam saja, lantas aku memeluknya dari belakang dan menciumi leher dan pipinya. Manda sedikit mendesah, "hmmmm ahhhhhh." Aku semakin berani menciumi lehernya sejak dia tidak menolak lagi, "cuuuupphh smoocchhh hmmmm cuuurrppppp." "Ahhhhh hmmmmmm ohhhhh hmmmm," Amanda mendesah dengan bergeraknya tubuhnya mengikuti irama ciumanku di lehernya. Aku berdiri dari tempat dudukku yang di belakang dia, berjalan tepat di depan dia. Aku menarik tangannya dan mendirikan dia, kita saling bertatapan dan bibirku mendekat, dia tidak menolak, bibir kami bersentuhan. "Smoocchhhh cuuuppphhh," ku buka mataku, dia memandangiku dalam-dalam. "Smooocchhhh scmooohhhh cuuucchhhh cuuurrppp smooctthhh," kali ini lidah kita bertemu. "Smooocchhh cuuuuppp scmoooochhhh ahhhhh." "Hmmmm scooocchhhh smooocchhhh awwhh asscoochhh," french kiss, dia sungguh lihai, permainan lidahnya cukup handal bagi seorang wanita yang belum pernah melihat kontol secara langsung. "Cuuupppppp smooocchhhhh chooopphhh smooouucchhh," aku melepas pakaian outternya sembari terus menciuminya bibirnya, tidak ada penolakan sama sekali. Aku berhenti sejenak untuk mengamati apa yang di balik cardigannya tadi, dia mengenakan tanktop berwarna putih dan samar-samar terlihat BH-nya, susunya tidak besar menurutku. Bibir kami kembali bersentuhan. "Smooocchhh cuupphhh," lidah kami saling bertarung dan bibir kami saling membasahi. Tanganku juga turut aktif, aku meraba badannya, pantatnya yang bulat aku peras-peras, saat tanganku berjalan memegang vaginanya dari luar, namun dia menolaknya dengan halus dengan menangkis tanganku. Aku terus menciuminya dan membaringkan dia di atas kasur. "Hmmmm ahhhh hmmmmm smoochhhh sluurrpppp." Aku berhenti sejenak dan melepas celana jeansku, aku membetulkan kontolku yang salah posisi. Celana jeansku aku lempar ke kursi di belakangku, hanya tinggal celana dalam ketat bermodel celana boxer yang melekat di tubuh bagian bawahku, jelas sangat terlihat benjolan di antara kakiku. Kupandangi Manda, dia hanya terdiam sembari melihat yang aku lakukan, dari raut wajahnya nampak nervous dan takut, tapi dia berusaha menutupinya. Aku kembali menciumi bibirnya dengan berbaring di atas badannya, kakiku berupaya untuk melebarkan kaki Manda, aku menuruni ciumanku dari bibir, ke dada dan berakhir di vaginanya yang masih tertutup celana jeansnya dari luar. "Ahhhh hmmm ohhhhhh hmmmmmm," Amanda masih malu-malu dengan desahannya. Aku sudah gak sabar, aku ingin melepas celana Manda, ku raih kancing celananya. Namun dia memegangi tanganku dan menggelengkan kepalanya. "Kamu masih belum yakin Manda?" tanyaku. Lantas dia melepas cengkraman tangannya dan aku lanjut melepas celana jeansnya. Terlihatlah celana dalam berwarna hitam yang indah itu, tak luput pula aku melucuti semua pakaiannya hingga tersisa bra dan celana dalamnya yang memiliki warna yang sama. Agar seimbang, aku juga melepas pakaianku bagian atas, udara AC sudah tidak mampu mendinginkan badan kami, kami berkeringat. "Hmmmmmmmmmm ohhhhhh," Manda sedikit mendesah saat aku memegang vaginanya dari luar, diiringi dengan nafas yang berburu dan dia menatap apa yang aku lakukan. Aku segera melepas celana dalamnya dan behanya menggunakan gigiku agar terlihat seksi, "hmmmmm ahhhh geli Rend." Aku melepas celana dalamku dan keluarlah kontolku berdiri tegak bagaikan tiang listrik. "Vaginamu cantik sekali Manda," ujarku. "Ini pertama kali aku telanjang di depan pria Rend," sembari dia berusaha menutupi tubuhnya yang bugil. "Gapapa Manda, kamu cantik sekali, kamu mau ngemut kontolku gak?" tanyaku. "Hmmm aku belum pernah Rend," balasnya singkat dengan kedua tangannya masih berusaha menutupi badannya yang telanjang bulat. "Gpp, dimasukin aja, terus dimut seperti kamu ngemut lollipop," candaku. BLEESSSS, Manda memasukkan kontolku ke dalam mulut mungilnya, dia memaju-mundurkan beberapa kali. "Ahhhhhh ohhhhh ohhhhh ahhhhhh hmmmm," desahku, bukan karena enak, tapi selalu kena gigi. Aku mencabut kontolku dari mulutnya dan aku turun ke vaginanya yang masih rapet tertutup untuk kujilati. "Creek ceekkk cekkkk," suara lidahku beradu dengan vagina Manda. "Ceekkk ceeeekkkkk smoooortthhh smoooocchhhhh cuuuurrpppppp." "AHH HMMM OHHH HMMM AHHH," Manda memegangi kepalaku saat aku di antara selangkangannya. "AHH AHHH AHHH OHHH." "AHHH AHHH AHHH." "AHH HMMM OHHH," desahnya malu-malu. Aku mengakhiri permainan lidah itu, dan mengarahkan kontolku ke vagina perawannya. Aku tak tahu apakah dia sudah mencapai orgasme apa belum, desahan dia masih malu-malu. Bibir vaginanya sudah cukup basah dan berwarna kemerahjambuan. Kuperhatikan Manda berbaring pasrah, sembari melihatku yang akan memasukkan kontolku ke dalam tubuhnya, tangannya sedikit menahan pahaku saat aku akan penetrasi. Kontolku sudah menyentuh bibir vaginanya yang basah. "HMM AHHHHHHHHHH," dikit demi sedikit aku paksakan masuk. "AHHHH HMMMM SAKIT RENND AHHHHHHH HHHHHHHHHHHH." BLESSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSS, bagian kepala kontolku masuk. "AHHHHH HOOOOOHH OHHHHH HMMMMMMM." Aku dorong paksa kontolku ke liang vagina yang sempit ini. Aku padangi wajah Manda, ku lihat tetesan air mata keluar dari matanya, dan giginya meringis menahan pilu di vaginanya. "AHHH OHHHH HMMM." "AHHHHH HMMMM." Aku gerak-gerakkan pelan kontolku maju mundur, namun hanya bagian helm dari kontolku yang bisa masuk, saat ku cabut dikit kontolku, tampak darah di kontolku, "akhirnya aku dapet perawan," pikirku. Aku kembali memasukkan kontolku ke dalam tubuhnya, wajah Manda yang anggun berubah menjadi sange, tangan kanannya mencengkram erat pada seprei dan tangan kirinya memegang lenganku. Ku dorong pelan-pelan dan nampaknya Manda juga membantu untuk mendorong, wajah dia meringis, akhirnya seluruh kontolku bisa masuk, namun diiringi dengan desahan panjang Manda. "AHHHHHWWWWHHH SAKIIITTTT AWWWWHHHHH." Dengan ritme pelan, aku mulai maju mundur, badanku berbaring di atasnya dan menciumi bibir dia. PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK "AH AH AH AH AH AH AH AH AH OH OH OH HM HM HM HM." "YES HM AH AH AH AH AH AH AH AH AH." Vaginanya sangat sempit, warnanya memerah mungkin karena hujaman kontolku, vaginanya semakin basah, dan kumerasakan pijatan-pijatan di kontolku, dia nampaknya akan orgasme. "HMMMMMMMMMM HMMMMMMMMM AHHHH." Manda mendesah pelan, sembari memalingkan wajahnya dari aku, dia orgasme namun masih malu-malu untuk mendesah. Ku percepat gerakanku, "AH AH AH AH AH AH YES YES OH OH OH AH HMM," rasanya desakan pejuh sudah semakin dekat ke ujung pintu keluarku, rasa pening karena menahan pejuh sudah tidak terbendung. Aku cabut kontolku, aku kocok kontolku di atas perutnya. CROOOT CROOOT CROOOTTT Tetesan demi tetesan keluar dari kontolku jatuh di perut Manda. Nafasku berburu, begitu pula dengan Manda, yang setelah orgasme tanpa ku beri jeda untuk istirahat sejenak, ku tatap wajahnya, dia memalingkan wajahnya dariku, hanya berkata, "tisunya mana?" Aku mengambil tisu yang berada di sebelah kasur dan membersihkannya. Manda masih terdiam dengan nafasnya seperti habis orang lari-lari. Ku meraih tangannya dan membangunkan dia dan memeluknya seolah-olah dia istriku sendiri. Aku mulai khawtir karena dia tidak menunjukkan ekspresi apa-apa selain diam dan masih memalingkan wajahnya dari aku. "Manda, kamu gpp? Kok diem aja?" tanyaku khawatir saat di pelukanku, pelukan terhangat yang pernah kurasakan, aku tak ingin melepas pelukan ini. Dia hanya mengangguk. Namun memelukku semakin erat. "Aku udah gak perawan," ujarnya lirih. Lantas dia melepas pelukan kami, dan berdiri mengambil beberapa pakaiannya dan masuk ke dalam kamar mandi, akankah dia menangis atau apa.... entah. Ku pandangi sisa-sisa persetubuhan tadi, terlihat jelas darah keperawanan di seprei berwarna kuning cerah itu, ada rasa senang akhirnya aku bercinta lagi, namun juga ada rasa bersalah. Tapi, aku janji untuk siap bertanggung jawab dan menjaga dia, aku akan jadi satu-satunya lelaki yang meniduri dia. Ya, aku ingin menjaga dan mencintai dia......... Bagaimana dengan realitanya?
BERSAMBUNG…
Episode baru tayang tiap hari pukul 07:30 — bookmark halaman ini biar gak ketinggalan.
← Ep. 21
📢 Join channel Telegram @cerbung69 — notifikasi update episode tiap hari
Konten 18+. Cerita fiksi — semua tokoh dewasa. Dilarang menyalin atau menyebarkan ulang.
Tema
Ukuran huruf
18px
Jenis huruf
Jarak baris
1.9
↺ Kembalikan pengaturan awal